Banjir Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Venesia

Penulis: Reza Perdana

Banjir Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Venesia

Banjir di Venesia (Getty Images/Thelegraph)

Selasa, 19 November 2019 | 22:40

Analisadaily - Situasi banjir di Venesia semakin buruk dari hari ke hari. Hal ini memengaruhi pariwisata dengan cara yang paling buruk. Kota ini belum mengalami hal seperti ini dalam 50 tahun terakhir.

Dilansir dari Times Travel, Selasa (19/11), Acqua alta, yang berarti air tinggi, disebabkan oleh air pasang dan umumnya berlangsung beberapa jam, dan keadaan akan kembali normal dalam tiga hingga empat jam.

Tapi, dari foto-foto yang beredar di berbagai situs berita dan media sosial, meja dan kursi masih terlihat mengambang. Hal ini tentu saja membuat wisatawan enggan berkunjung ke Venesia, dan sekarang kota ini kehabisan turis.

Situasi tersebut menciptakan masalah besar bagi penduduk setempat, karena sumber utama pendapatan bagi mereka adalah pariwisata. Saat ini, penduduk Venesia berharap kunjungan wisatawan kembali normal.

Sebab, bagi sebagaian penduduk lokal, jika wisatawan memutuskan untuk tidak datang, tentunya akan menjadi masalah besar bagi mereka yang hidupnya tergantung pada pariwisata.

Dalam 24 jam terakhir, orang-orang di Venesia kehilangan semua harta benda dan persedian mereka akibat banjir. Venesia tidak terlihat indah sama sekali, karena tidak ada lampu jalan dan kota dibanjiri kegelapan.

Banyak turis di akun media sosial mereka menggambarkan situasi mengerikan dan juga membandingkannya dengan film terkenal Titanic. Beberapa lokasi wisata utama seperti Ca 'Pesaro, St Mark's, Gothic Palazzo Fortuny dan Doge's Palace ditutup.

Sebagian besar restoran dan toko ritel yang berjajar di sepanjang Piazzale Roma dan St Mark's Square juga akan tetap tutup karena mereka cenderung lebih terpengaruh. Vaporetti atau bus air dapat bekerja secara efisien dalam situasi air pasang.

Penyebab banjir akibat pemanasan global. Pemerintah setempat mengatakan, ini adalah waktu yang tepat bagi orang untuk memahami betapa seriusnya perubahan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar