Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumut Meningkat

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumut Meningkat

Rombongan Fam Trip Maroko berswafoto dengan latar belakang Danau Toba (Istimewa)

(rel/rzd)

Senin, 2 Desember 2019 | 21:15

Analisadaily (Medan) - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Utara (Sumut) melalui 4 (empat) pintu masuk pada Oktober 2019 mencapai 22.556 kunjungan, mengalami kenaikan 14,40 persen di banding yang datang September 2019 mencapai 19.717 kunjungan.

Demikian juga jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018, jumlah wisman pada bulan Oktober 2019 mengalami kenaikan 39,84 persen dari 16.130 kunjungan pada bulan Oktober 2018 menjadi 22.556 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Syech Suhaimi mengatakan, kenaikan jumlah wisman tertinggi pada bulan Oktober 2019 di banding bulan sebelumnya terjadi pada pintu masuk pelabuhan laut Belawan sebesar 480,00 persen.

Kemudian melalui pintu masuk Bandar Udara Silangit naik sebesar 63,07 persen dan melalui pintu masuk Bandar Udara Kualanamu naik sebesar 13,15 persen. Sedangkan jumlah wisman melalui Pelabuhan Laut Belawan mengalami penurunan sebesar 3,67 persen.

“Selama Oktober 2019 jumlah wisman yang berkunjung di Sumut mencapai 22.556 kunjungan, naik 39,84 persen di banding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2018,” kata Suhaimi, Senin (2/12).

Dijelaskannya, kenaikan terbesar terjadi pada jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk melalui Bandar udara Silangit sebesar 247,79 persen, melalui pintu masuk pelabuhan laut Belawan sebesar 123,08 persen, dan melalui pintu masuk bandar udara Internasional Kualanamu sebesar 37,42 persen.

“Sementara itu jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Tanjungbalai Asahan turun sebesar 28,57 persen,” jelasnya.

Wisman Malaysia Paling Banyak ke Sumut

Dari sepuluh negara pasar utama wisman pada Oktober 2019, Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang di Sumut, yaitu 44,25 persen, diikuti Belanda 7,79 persen, Singapura 6,06 persen, Tiongkok 3,65 persen, Jerman 2,01 persen, Australia 1,81 persen, India 1,73 persen, Inggris 1,51 persen, Prancis 1,40 persen dan Amerika Serikat 1,28 persen.

“Jumlah wisman dari sepuluh negara tersebut adalah 71,50 persen dari total kedatangan wisman di Sumut,” terang Suhaimi.

Jumlah kedatangan wisman selama Oktober 2019 dari sepuluh negara utama tersebut mengalami kenaikan 17,52 persen di banding bulan sebelumnya. Demikian pula dari negara lainnya naik sebesar 7,66 persen. Persentase kenaikan terbesar terjadi pada wisman asal negara Belanda sebesar 525,62 persen.

Disebutkan Suhaimi, pada periode Oktober 2019 jumlah wisman dari sepuluh negara utama tersebut mengalami kenaikan 19,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 13.296 kunjungan pada tahun 2018 naik menjadi 15.839 kunjungan pada tahun 2019.

“Persentas kenaikan tertinggi terjadi pada wisman asal negara Belanda sebesar 576,15 persen,” sebutnya.

Kenaikan jumlah kunjungan wisman ke Sumut bulan Oktober 2019 terhadap September 2019 yang mencapai 14,40 persen, berlawanan arah dengan total kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia bulan Oktober 2019 yang mengalami penurunan sebesar 3,28 persen atau dari 1.400.369 bulan September 2019 menjadi 1.354.396 kunjungan Oktober 2019.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar