Yunani jadi Destinasi Wisata Favorit Anak Muda China

Penulis: Reza Perdana

Yunani jadi Destinasi Wisata Favorit Anak Muda China

Santorini, Yunani (Pixabay)

Senin, 18 November 2019 | 23:11

Analisadaily - Yunani merangkul lebih banyak pelancong muda China yang ingin mengalami pemandangan unik dan budaya romantis.

Seorang karyawan hubungan masyarakat di biro perjalanan Qunar yang berbasis di Beijing, Wang Wenwen mengatakan, perusahaannya telah melihat pertumbuhan terus-menerus dalam beberapa tahun terakhir orang-orang yang ingin melakukan perjalanan ke Yunani, terutama di anak-anak muda.

"Sejauh tahun ini, jumlah wisatawan yang menuju Yunani telah meningkat sebesar 8,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, naik 66 persen dibandingkan 2016," kata Wang.

"Dalam lima tahun terakhir, 36 persen dari paket wisata ke Yunani di platform kami dibeli oleh para pelancong di bawah 30 tahun," sambungnya, seperti dilansir dari Asia One, Senin (18/11).

Dia mengatakan, meningkatnya jumlah penerbangan nonstop antara China dan Yunani adalah salah satu faktor pendorong di balik meningkatnya jumlah kunjungan.

"Hanya butuh 10 jam untuk terbang dari Beijing ke Athena," ujarnya.

"Pasangan muda sekarang memilih Yunani sebagai tujuan untuk mengambil foto pernikahan mereka, yang juga berkontribusi pada ikatan pariwisata yang lebih dekat," lanjutnya.

Pulau Santorini, Laut Aegean dan Acropolis di Athena, adalah salah satu daya tarik utama wisatawan China karena suasana romantis dan arsitektur bersejarahnya.

Trip.com Group, penyedia layanan perjalanan online di Shanghai, juga mengatakan kaum muda memiliki keinginan kuat untuk bepergian ke Yunani.

Perusahaan itu mengatakan, orang yang lahir pada 1980-an dan 1990-an memesan paket wisata terbanyak ke Yunani, masing-masing menyumbang 22 persen dan 21 persen dari total pemesanan.

Perjalanan berkelompok tetap menjadi pilihan paling populer bagi para pelancong China, dengan tur khusus yang muncul sebagai tren baru.

Sekitar 86 persen pelanggan Grup Trip.com yang melakukan perjalanan ke Yunani melakukannya dalam kelompok wisata, sementara tur independen mencapai 5 persen, dan tur khusus pelanggan mencapai 9 persen.

Namun, hambatan bahasa dan beberapa fasilitas di bawah standar adalah hambatan untuk pengembangan wisata outbound ke Yunani.

"Misalnya, ada masalah bagi pelancong yang menggunakan air di Santorini dan jangkauan ponsel tidak tersedia secara nasional," kata Zou Yu, direktur pariwisata Eropa di Trip.com Group.

"Kami berharap fasilitas di sana dapat ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang baik bagi para pelancong," ungkapnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar